| |
Obyek Wisata di Bali
Air
Panas Banyuwedang(Banyuwedang Hot Spring)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Air Panas Banyuwedang bersumber dari mata air panas yang muncul
di pantai. Air panas ini berada di bawah air pada waktu air pasang.
Merupakan sumber air panas terbesar, bangunan beton pengaman dibuatkan
dalam bentuk lingkaran yang berfungsi sebagai tanggul, sehingga
pada saat air pasang air panas tersebut tidak bercampur dengan
air laut. Air panas ini banyak mengandung belerang dengan rata-rata
suhu 40 derajat celcius.
Karena kandungan belerangnya yang cukup tinggi, air panas ini
dipercayai secara meluas bahkan sampai ke pulau Jawa karena air
panas ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit terutama penyakit
kulit. Tidak mengherankan apabila banyak orang-orang yang datang
ke tempat ini dengan harapan penyakitnya dapat sembuh. Pantai
dimana terdapat sumber air panas ini ditumbuhi tanaman bakau yang
mencegah abrasi pantai. Dapat dikatakan pantai Bayuwedang ini
bebas dari abrasi.
Adanya teluk dan beberapa pasir putih di sekitarnya menambah asset
pariwisata di sekitar Banyuwedang ini. Air Panas Banyuwedang terletak
di Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak 60 km dari kota Singaraja,
dipinggir batas kawasan Taman Nasional Bali Barat. Di sebelah
selatan jalan raya ke Air Panas Banyuwedang termasuk kawasan Taman
Nasional, sedangkan di sebelah utaranya adalah kawasan Batu Ampar
yang terdiri dari tanah berkapur. Kawasan Batu Ampar ini oleh
daerah tingkat II Buleleng telah direncanakan sebagai kawasan
wisata baru, mengingat adanya potensi daya tarik yang besar, diantaranya
adalah adanya Taman Laut di sekitar Pulau Menjangan.
Jalan menuju air panas Banyuwedang dari jalan raya jurusan Singaraja-Gilimanuk
telah dikeraskan, demikian pula telah dibangun fasilitas parkir.
Di sumber air panas yang ditanggul dibangun sebuah bangunan dengan
beberapa kamar mandi tertutup. Di areal Air Panas Banyuwedang
terdapat juga beberapa fasilitas WC yang dibangun oleh Taman Nasional
Bali Barat, dan beberapa tempat berteduh. Jumlah kunjungan wisatawan
Nusantara tinggi jika dibandingkan dengan Mancanegara. Pengunjung
yang datang kebanyakan dengan tujuan untuk berobat. Pengunjung
yang dari pulau Jawa kebanyakan berasal dari Daerah Banyuwangi.
Sesungguhnya sumber air panas Banyuwedang terletak ditengah-tengah
hutan bakau di pinggir pantai. Daerah sekitarnya relatif gersang
karena tanahnya terdiri atas tanah kapur dan tidak terdapatnya
sungai yang dapat menjadikan sumber air untuk penghijauan sekitarnya.
Oleh karenanya tanaman yang banyak tumbuh adalah tanaman yang
tidak banyak membutuhkan air, seperti yang dikenal di Bali sebagai
pohon "bekeul" atau "bangyang". Adanya air
panas yang mengandung belerang yang terletak di pinggir pantai
ditunjang dengan daerah yang jarang penduduknya sehingga dapat
diciptakan suasana tenang, menyebabkan Pemerintah Daerah Propinsi
Daerah Tingkat I Bali akan mengembangkan daerah ini sebagai Kawasan
Pariwisata Untuk Kesehatan, atau yang umum disebut "Health
Tourism".
Air Panas Penatahan(Penatahan Water Spring)
Kabupaten/Kota : Tabanan
Air Panas ini terletak di desa Penatahan Kecamatan Penebel + 13
km dari Kota Tabanan ke Utara 34 km dari Denpasar dengan panorama
alam yang indah dan dikanan kirinya dilatarbelakangi oleh sawah
yang berundak-undak. Mata air panas ini berada di tepi sungai
Yeh Ho dan air panas Penatahan oleh masyarakat di kenali dengan
nama Yeh Panes. Berdasarkan hasil penelitian dari laboratorium
Departemen Kesehatan, air panas ini sangat baik untuk mandi karena
mengandung belerang dan mineral lainnya yang sangat baik untuk
menyembuhkan penyakit kulit.
Air Terjun Dusun Kuning (Dusun Kuning Waterfall)
Kabupaten/Kota : Bangli
Di bagian selatan sekitar 6 km dari kota Bangli, di Desa Taman
Bali terdapat sebuah air terjun. Karena letaknya di Desa Dusun
Kuning maka dinamakan air terjun Dusun Kuning.
Air terjun ini berada di ketinggian 25 meter diatas permukaan
Sungai Melangit yang mengalir ke arah selatan. Lokasi ini dapat
dicapai dengan beragam jenis transportasi dan dari desa kecil
ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 500 meter. Daerah
yang dingin dengan udara yang sejuk dikombinasi dengan hijaunya
dedaunan meningkatkan pesona air terjun alami. Dan tidak jauh
dari tempat ini terdapat hutan yang dihuni oleh ratusan kera.
Air Terjun Singsing(Singsing Waterfall)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Pada waktu musim panas, volume air terjun relatif menurun. Jalan
menuju air terjun yang sedikit mendaki merupakan kegiatan yang
menyenangkan untuk kegiatan "trekking". Letaknya yang
tidak jauh dari kawasan Lovina, bahkan dapat dicapai dengan jalan
kaki dari Lovina, menjadikan obyek ini banyak dikunjungi wisatawan
yang umumnya mereka yang tinggal di kawasan Wisata Lovina. Tidak
jauh dari air terjun Singsing ini, terdapat monumen Belanda. Monumen
ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk memperingati
gugurnya seorang Perwira tentara Belanda didalam perang Banjar
pada tahun 1868. Sekitar tahun 1956 monumen ini dihancurkan karena
dianggap menghormati penjajah. Akan tetapi pada tahun 1992 monumen
ini dibangun kembali oleh Pemda Kabupaten Dati II Buleleng dengan
maksud bahwa sejarah tidak bisa dihapus, disamping monumen itu
juga melambangkan kepahlawanan rakyat Banjar yang mampu menewaskan
perwira tentara Belanda. Air Terjun Singsing terletak di Banjar
Labuhan Haji Desa Temukus Kecamatan Banjar, 3 km dari Lovina dan
13 km dari Singaraja. Untuk menuju obyek wisata ini dapat dicapai
dengan kendaraan bermotor sampai ke jurusan desa Tigawarsa. Sebuah
tanda penunjuk arah menunjukkan jalan yang harus diikuti dengan
berjalan kaki (sepanjang lebih kurang 600 meter) untuk sampai
kepada air terjun yang pertama. Untuk mencapai air terjun kedua
yang letaknya lebih tinggi harus melalui jalan yang terjal.
Fasilitas parkir dibangun dan diusahakan oleh banjar setempat,
dan warung disekitar kawasan inipun telah tersedia. Wisatawan
baik Nusantara maupun mancanegara banyak mengunjungi air terjun
ini karena suasananya yang tenang, damai dan cocok untuk kesegaran
jasmani. Lokasi Air Terjun di daerah perbukitan, yang memberikan
pemandangan hamparan pantai Lovina di arah Utara, menjadi daya
tarik yang cukup memikat bagi para wisatawan.
Alas Kedaton (Alas Kedaton Mongkey Forest)
Kabupaten/Kota : Tabanan
Alas Kedaton terletak di desa Kukuh Kecamatan Marga + 4 km dari
kota Tabanan. Pura ini mempunyai dua keunikan yang sangat menarik.
Pertama memiliki empat pintu masuk ke dalam Pura yaitu dari barat
yang merupakan pintu masuk utama yang lainnya dari Utara, Timur
dan dari Selatan yang kesemuanya menuju ke halaman tengah. Keunikan
yang kedua adalah halaman dalam yang merupakan tempat yang tersuci
justru letaknya lebih rendah dari halaman tengah dan luar. Tempat
suci ini dikelilingi oleh hutan yang dihuni oleh sekelompok kera
yang dianggap keramat. Disamping itu pula terdapat sekelompok
kalong yang hidup bergantungan di dahan-dahan pohon kayu yang
besar dan sewaktu-waktu beterbangan, merupakan suatu atraksi yang
sangat menarik bagi wisatawan baik bagi wisatawan Nusantara maupun
mancanegara.
Upacara piodalan di Pura ini adalah jatuh pada hari Selasa (Anggara
Kasih) dau puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Yang mana upacara
dimaksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum
matahari terbenam. Pura ini sering pula disebut Pura Alas Kedaton
atau Pura Dalem Kahyangan.
Bali Art Centre (Taman Budaya)
Kabupaten/Kota : Denpasar
Taman Werdhi Budaya yang terletak di Jalan Nusa Indah Denpasar
merupakan salah satu tempat terluas dan paling komplek untuk pergelaran
budaya di Bali dimana setiap tahunnya Pesta Kesenia Bali dilaksanakan
di tempat ini. Dirancang oleh arsitektur termuka Bali yakni Ida
Bagus Tugur, tempat ini dirancang berdasarkan arsitektur pura
dan arsitektur Istana Kerajaan di Bali.
Pada pokoknya kawasan Taman Budaya yang dibelah sebuah sungai
dari timur ke barat ini dibagi dalam 4 komplek :
1. Komplek Suci meliputi Pura Taman Beji, Bale Selonding, Bale
Pepaosan, dll.
2. Komplek tenang meliputi Perpustakaan Widya Kusuma
3. Komplek setengah ramai meliputi Gedung Pameran Mahudara, Gedung
Kriya, Studio Patung, Wisma Seni dan Wantilan
4. Komplek ramai meliputi Panggung Terbuka Ardha Candra dan Panggung
tertutup Ksirarnawa (keduanya berada di Selatan Sungai)
Batu Klotok
Kabupaten/Kota : Klungkung
Pantai Klotok letaknya 5 Km dari kota Semarapura ke arah selatan.
Tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi karena dilatarbelakangi
pemandangan persawahan dengan Gunung Agung yang nampak di kejauhan
dan hamparan laut di depannya. Wisatawan juga dapat menyaksikan
dan menikmati pemandangan yang sangat menarik pada saat ada kegiatan
upacara melasti.
Bedugul
Kabupaten/Kota : Tabanan
Bedugul merupakan suatu kawasan Pariwisata yang terletak pada
ketinggian + 1240 m dari permukaan laut. Daerah ini sangat sejuk
dengan temperatur rata-rata 180C pada malam hari dan 240C pada
siang hari.
Brahmavihara-Arama
Kabupaten/Kota : Buleleng
Brahmavihara-Arama, yang lebih dikenal dengan nama Wihara Buddha
Banjar, merupakan Vihara Buddha terbesar di Bali. Letaknya di
daerah perbukitan di Desa Banjar Tegeha Kecamatan Banjar, 22 km
sebelah Barat Singaraja dan 11 km dari kawasan wisata Lovina .
Dengan suasananya yang sepi dan tenang serta dapat memandang langsung
ke pantai Lovina sebagai kawasan wisata di Buleleng, menyebabkan
Vihara Buddha ini menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan,
baik mancanegara maupun nusantara. Secara garis besar Vihara ini
terdiri atas 5 kompleks penting, yaitu:
a.
Uposatha Gara
Terletak di puncak sebelah Barat, sebuah ruangan yang nyaman dan
tenang. Pada dinding-dindingnya terpahat panel kelahiran Sang Buddha,
dan di tengah-tengah terdapat patung Sang Buddha dalam keadaan mencapai
"Sama Sang Buddha" (Nirwana). Ruangan ini fungsinya untuk
penasbihan para bhiku samanera (calon bhiku), tahap awal untuk mengikuti
latihan tahap berikutnya.
b. Dharmasala
Semacam ruang kuliah terletak di sebelah timur. Di tempat ini para
bhiku melakukan kebaktian, memberi khotbah-khotbah, dan juga tempat
ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan segala aktivitas
spiritual.
c. Stupa
Sebuah bangunan yang bentuknya menyerupai lonceng raksasa yang terletak
di sudut Barat Laut, yang seluruh sisi-sisinya terbuat dari beton
dengan relief yang sangat mengagumkan.
d. Pohon Bodi
Di sudut barat daya bangunan terdapat pohon besar yang disebut pohon
bodi, yang di sekitar pohon tersebut dihias dengan relief. Tempat
ini merupakan simbul kemenangan Sang Buddha pada waktu beliau mencapai
Sammia Sang Buddha (kesempurnaan yang abadi).
e. Kuti
Kuti ini merupakan tempat tinggal para bhiku maupun para siswa yang
sedang menuntut ilmu dan kadang kala tempat ini juga dipergunakan
sebagai tempat latihan para bhiku.
Di
komplek Vihara terdapat beberapa patung Buddha yang menghiasi setiap
sudut taman maupun ruangan. Diantaranya terdapat dua buah patung
Budha yang sangat menarik yaitu patung Parinirwana dan patung Buddha
sebagai Sang Buddha sedang mencapai sama atau moksa dalam istilah
agama Hindu.
Bukit Jambul
Kabupaten/Kota : Karangasem
Bukit Jambul terletak di Desa Pesaban, Desa Nongan, Kecamatan Rendang,
Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem, jaraknya kira-kira 12 km
dari Klungkung atau 51 km dari kota Denpasar dan dilalui jalan jurusan
ke Besakih. 0byek ini terletak diatas bukit, daya tarik obyek ini
terletak pada perpaduan panorama perbukitan, sawah, lembah dan panorama
laut. Dari tempat ketinggian ini wisatawan dapat menyaksikan keindahan
alam yang mempesona. Dipinggir jalan yang menanjak dan berliku dapat
disaksikan petak-petak sawah yang bertingkat dan pohon-pohon cengkeh
yang subur.Di sebelah Timur tampak bukit menjulang tinggi di wilayah
Sidemen dan disebelah Selatan kelihatan areal persawahan Kabupaten
Klungkung dan sekitarnya serta pemandangan laut lepas di Selatan
Klungkung. Bukit Jambul banyak disinggahi wisatawan yang akan pergi
ke Besakih atau pada waktu kembali dari sana.
Bungy Jumping Blangsinga
Kabupaten/Kota : Gianyar
Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan yang datang ke Pulau
Bali khususnya ke Kabupaten Gianyar, pelaku kepariwisataan harus
mampu menyediakan dan mengembangkan bermacammacam atraksi
yang diperlukan untuk konsumsi para wisatawan, terutama wisatawan
mancanegara.
Untuk mengantisipasi hal itu kini di Desa Blangsinga, Kecamatan
Blahbatuh, Kabupaten daerah Tingkat II Gianyar, tepatnya di lembah
Air Terjun Tegenungan, telah berdiri Bungge Jumping, yaitu tempat
atraksi bagi wisatawan yang senang terjun dari ketinggian kurang
lebih 50 meter. Tempat ini sangat tepat untuk atraksi karena alam
sekitarnya masih asli dan areal terjunnya leluasa, sehingga kemungkinan
bahaya yang timbul sangat kecil.
Bunut Bolong
Kabupaten/Kota : Negara
Bunut Bolong merupakan sebatang pohon bunut yang tumbuh tepat berada
di atas jalan aspal. Bunut adalah sejenis tumbuhan yang beranting
yang keberadaannya bisa menjadi cukup besar. Pohon Bunut yang satu
ini mempunyai keunikan tersendiri, dimana pada tengah bunut itu
terdapat lubang yang lebarnya selebar jalan aspal. Kendaraan bus
besarpun bisa melintas dibawahnya. Bunut Bolong disamping sebagai
tumbuhan yang alami, juga mempunyai nilai magis menurut keyakinan
masyarakat sekelilingnya. Di bagian depan-selatan Bunut Bolong itu
terdapat sebuah tempat suci berupa pura yang bernama Pujangga Sakti.
Dengan bentuknya yang penuh lekukan-lekukan menambah daya tarik
Bunut Bolong itu.Disamping keunikan Bunut Bolong itu sendiri, di
sebelah baratnya juga terdapat hamparan hutan yang membentang dari
selatan ke utara yang sangat mempesona untuk dinikmati. Karena bila
kita berdiri di sekitar Bunut Bolong kita akan dapat menyaksikan
perkebunan cengkeh yang juga memiliki keindahan tersendiri.
Bunut Bolong terletak di daerah pegunungan yang termasuk wilayah
Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Untuk
mencapai Bunut Bolong dari Kota Denpasar harus ditempuh jarak lebih
kurang 86 km. Untuk menuju Bunut Bolong dapat dicapai dengan kendaraan
roda empat maupun roda dua.
Bunut Bolong sebagai tujuan Wisata masih sangat asli dan alami,
sarana dan prasarana yang mendukungnya masih belum memadai. Tempat
parkir, toilet umum, penginapan, restauran maupun kios-kios souvenir
belum tersedia. Udara dan suasana yang sejuk serta nyaman di Bunut
Bolong membuat setiap pengunjung betah untuk tinggal disana. Pengunjung
yang datang adalah baik berupa wisatawan nusantara maupun wisatawan
mancanegara. Di Bunut Bolong pengunjung akan disapa dengan ramah
oleh seorang petugas yang ditugaskan khusus mencatat data pengunjung.
Danau Buyan dan Tamblingan(Buyan and Tamblingan Lake)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Danau Buyan dan Danau Tamblingan seolah danau kembar yang memiliki
daya tarik yang sangat mempesona. Keaslian alam di kedua danau ini
masih sangat dirasakan, misalnya dengan tidak adanya penggunaan
perahu bermotor di kedua danau ini. Masyarakat setempat menggunakan
perahu-perahu kecil yang disebut "pedahu" untuk memancing.
Dengan udara yang sejuk dikelilingi pegunungan yang serba hijau,
suasana udara yang segar memberikan suasana yang tenang dan nyaman.
Danau ini sangat ideal untuk rekreasi air seperti mendayung dan
memancing. Bagi mereka yang menyenangi alam dan rekreasi, kedua
danau inilah tempatnya. Adanya kera-kera yang tidak jauh dari kedua
danau ini, yaitu di jalan raya sebelah danau Buyan jurusan Denpasar-Singaraja,
yang semakin hari semakin banyak jumlahnya, menambah daya tarik
kawasan ini sebagai obyek wisata.
Danau Buyan dan Danau Tamblingan berlokasi di Kecamatan Sukasada,
21 km sebelah Selatan Kota Singaraja, terletak di pinggir jalan
Denpasar-Singaraja. Letaknya yang cukup tinggi yaitu kurang lebih
1000 m dari permukaan laut menyebabkan udaranya agak sejuk dan dingin
pada malam hari. Sedangkan Danau Tamblingan dapat dicapai melalui
pertigaan ke arah Desa Munduk, desa Gobleg dan tembus di Lovina.
Sepanjang jalan ke danau ini dapat dilihat pemandangannya secara
utuh. Dari Desa Munduk dapat dicapai danau melalui jalan swadaya
masyarakat. Mobil dapat mencapai pinggir danau yang masih asri,
dengan kawasan hutannya yang belum tersentuh.
Fasilitas yang tersedia adalah tempat parkir untuk mobil tepi danau,
penyewaan perahu untuk keperluan memancing ataupun sekedar berekreasi,
dan fasilitas akomodasi. Dari pengamatan secara umum, kebanyakan
wisatawan yang datang ke tempat ini adalah wisatawan mancanegara
yang independent, mereka membawa kendaraan sendiri. Setiap saat
danau ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan
Nusantara.
Lokasi 0byek Danau Buyan dan Tamblingan terletak di kawasan yang
sangat strategis yakni diapit oleh tiga obyek wisata terkenal yaitu
Bedugul dengan Pura Ulun Danunya, Air Terjun Gitgit, dan Lovina
Beach. Sebagai latar belakang adalah gunung Lesong dengan ketinggian
1860 m memagari kejernihan air danau sekaligus menciptakan keheningan
yang sangat alami.
Denpasar (Denpasar City)
Kabupaten/Kota : Denpasar
Denpasar sebagai pusat pemerintahan Bali, pusat bisnis di Bali merupakan
ibukota dari Propinsi Bali. Jalan Gajamada merupakan yang dulunya
merupakan pusat bisnis sampai saat ini dimana kantor-kantor Bank,
restaurant dan pusat pemerintahan Kotamadya Denpasar terletak di
jalan ini. Sebagai kota yang berkembang menjadi kota modern (metropolitan)
Kota Denpasar memiliki prasarana dan sarana seperti pusat perbelanjaan
dan restaurant yang terletak di Jalan Teuku Umar. Untuk tempat berbelanja
bahan baku textile dan kerajinan cobalah berkunjung ke Pasar Badung
dan Pasar Kumbasari yang letak dipisahkan oleh Tukad Badung. Untuk
pusat perbelanjaan modern anda bisa ke jalan-jalan Ke Jalan Sudirman
dan Jalan Diponegoro tempat lokasi dari Matahari, Rimo, Ramayana,
Tiara Dewata dan Libi Department Store .
Denpasar-Bedugul-Alas Kedaton-Tanah Lot
Kabupaten/Kota : Tabanan
Merupakan suatu rute perjalanan yang sangat menyenangkan dari Denpasar
menuju Bedugul. Bedugul adalah daerah pegunungan yang dingin di
mana terdapat sebuah danau (Danau Beratan) dan Pura Ulun Danu. Kita
dapat menikmati pemandangan alam yang indah serta tempat rekreasi
air dan lain-lain. Dari Bedugul kita menuju obyek wisata Alas Kedaton,
dimana terdapat ratusan ekor kera dan kelelawar di hutan yang mengelilingi
Pura Alas Kedaton yang dibangun sekitar abad XV Masehi. Setelah
itu kita meneruskan perjalanan ke Tanah Lot yang sudah tidak asing
lagi bagi wisatawan seluruh mancanegara. Di Tanah Lot terdapat sebuah
pura di tengah laut dan bila matahari akan tenggelam di ujung laut,
maka terciptalah suatu pemandangan yang sangat indah.
Desa Batubulan(Batubulan Village)
Kabupaten/Kota : Gianyar
Tempat ini adalah sebuah desa dalam ruang lingkup Kecamatan Sukawati
Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar Propinsi Daerah Tingkat I Bali.
Desa Batubulan pada awalnya terkenal sebagai satu desa agraris yang
kaya akan kesenian termasuk Seni Tari dan Seni Ukir. Struktur masyarakat
dan kebudayaan agraris yang dijiwai oleh Agama Hindu menjadi dasar
dari kehidupan masyarakat Desa Batubulan. Batubulan sangat terkenal
sebagai 0byek Wisata Tari Barong yang khas. Desa ini terletak pada
jalur Denpasar-Gianyar kira-kira 10 km dari Denpasar dan 21 km dari
Gianyar. Setiap harinya para wisatawan mancanegara maupun Nusantara
menyaksikan tarian barong di lima tempat pertunjukan. Disamping
itu para wisatawan juga dapat melihat para pematung batu padas membuat
patung-patung untuk dekorasi rumah hotel, perempatan jalan, jembatan
maupun pura.
Desa Batukaan (Batukaan Village)
Kabupaten/Kota : Bangli
Desa Batukaang terletak kira-kira 35 km dari Kintamani. Dikenal
sebagai tujuan wisata bagi mereka yang khususnya tertarik pada kebudayaan.
Desa Belega dan Bona(Belega and Bona Village)
URL : http://
Kabupaten/Kota : Gianyar
Desa Belega termasuk Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Daerah Tingkat
II Gianyar, sedangkan Banjar/Dusun Bona merupakan wilayah Desa Belega.
Yang sangat menarik dari Desa Belega ini adalah, desa ini terkenal
sebagai pusat kerajinan dari bambu, yang antara lain berupa : kursi,
tempat tidur, meja hias, almari dan lain-lainnya.Sedangkan Desa
Bona terkenal sebagai pusat kerajinan dari daun lontar dan tari
kecaknya.
Hampir setiap hari Desa Belega dan Bona ini dikunjungi wisatawan
mancanegara maupun wisatawan nusantara yang ingin membeli atau memesan
kerajinan bambu atau daun lontar untuk keperluan rumah tangga atau
hotel/restaurant. Di samping itu Bona juga terkenal dengan tari
kecaknya yang mengambil ceritera Ramayana. Setelah pertunjukan tari
kecak, dipertunjukkan juga tari Sang Hyang Dedari yang ditarikan
oleh 2 orang gadis kecil dalam keadaan tidak sadar (trance), dan
terakhir dipertunjukkan Tari Sang Hyang Jaran, dimana seorang laki-laki
menari sambil menendang bara api yang sangat besar dengan kaki telanjang.
Desa Gelgel (Gelgel Village)
Kabupaten/Kota : Klungkung
DESA GELGEL terletak 3 Km dari Kota Semarapura ke arah Selatan,
dekat dengan Desa Kamasan. Wisatawan dapat menyaksikan kegiatan
upacara yang dilakukan selama tiga hari, dimulai pada hari Senen
setelah hari raya Galungan (yang disebut dengan " Pamacekan
Agung"). Desa ini juga terkenal dengan kerajinan Tenun kain
Songket yang menjadi ciri khas desa tersebut.
Desa Kamasan (Kamasan Village)
Kabupaten/Kota : Klungkung
DESA KAMASAN terkenal dengan kerajinan perak, ukiran selongsong
peluru, emas dan lukisan wayang tradisionalnya. Barang-barang seni
hasil kerajinan perak, emas, selongsong peluru dan lukisan khas
wayang tradisional ini selain erat kaitannya untuk upacara-upacara
keagamaan juga dapat
Desa Mas (Mas Village)
Kabupaten/Kota : Gianyar
Desa Mas sudah terkenal akan kesenian, kerajinan ukir-ukiran, patung
dan lain-lainnya sejak jaman dahulu sampai sekarang. Letak Desa
Mas sangat strategis, karena berada pada jalur pariwisata, oleh
karena itu Desa Mas termasuk salah satu Obyek Wisata yang menarik
di Daerah Gianyar bagian Barat.
Desa Mas ini berhari-hari banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara
maupun Nusantara untuk melihat dan membeli hasil industri kerajinan
masyarakat Desa Mas. Seorang Brahmana dari Majapahit, yang tidak
betah lagi tinggal disana, datang ke Bali karena masih kuat ingin
mempertahankan Agama Hindu yang didesak oleh Agama Islam. Beliau
ini disebut Pedanda Sakti Bawu Rauh atau dengan nama lain Danghyang
Nirarta atau Danghyang Dwijendra. Selama beliau di Desa Mas, beliau
banyak memberikan pelajaran dan pengetahuan baik dibidang agama,
sosial, seni budaya dan lain-lainnya kepada Mas Wilis.Setelah Mas
Wilis mendalami semua pelajaran dan pengetahuan yang diberikan,
lalu diadakan pendiksaan oleh Pedanda Sakti Bawu Rauh dan ia diberi
gelar Pangeran Manik Mas. Sebagai bukti bakti untuk menghormati
jasa-jasanya, Pangeran Manik Mas membuat pesraman atau Geria dengan
segala perlengkapannya untuk Pendanda Sakti Bawu Rauh. Demikian
pula Pedanda Sakti Bawu Rauh untuk memperingati kejadian ini, (sebagai
bukti), beliau menancapkan tongkat tangi (pohon tangi) yang masih
hidup sampai sekarang yang terletak di jaba tengah Pura Taman Pule
Mas. Sejak saat itu beliau memberi nama desa ini Desa Mas. Disamping
itu Pangeran Manik Mas mempersembahkan putrinya yang bernama Ayu
Kayuan (Mas Gumitir), dari perkawinannya dengan Mas Gumitir menurunkan
Brahmana Mas yang tinggal di Desa Mas sekarang ini.
Desa Peliatan (Peliatan Village)
Kabupaten/Kota : Gianyar
Desa Peliatan sebagai obyek wisata di Kabupaten Daerah Tingkat II
Gianyar banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun
Nusantara untuk membeli hasil kerajinan rakyat maupun menonton pertunjukan
keseniannya, disamping karena letaknya sangat dekat dengan Ubud.
Desa Peliatan memiliki potensi yang cukup baik dalam bidang seni
budaya dan gudangnya para seniman. Di desa ini tumbuh dan berkembang
dengan suburnya berbagai kegiatan seni, baik seni tari, seni patung,
seni ukir maupun seni lukis. Di Desa Peliatan hidup tokoh-tokoh
seni.Tokoh-tokoh seni tabuh yang cukup banyak pengalaman dan terkenal
di tingkat Nasional maupun International seperti : Anak Agung Gede
Mandra, I Wayan Gandra, I Wayan Gerindem dan I Made Lebah, semuanya
bergabung dalam sekeha Gong Gunung Sari Desa peliatan yang cukup
punya andil untuk merangsang para wisatawan lebih bergairah datang
ke Bali pada umumnya maupun ke Desa Peliatan pada khususnya.
Tidak jarang diantara mereka ikut merasakan seni dan ikut berperan
sebagai penabuh. Mereka belajar menari dan menabuh dengan guru-guru.
Di bidang seni lukis, ukir maupun patung, Desa Peliatan juga memiliki
potensi yang cukup tinggi. Perkembangan seni lukis maupun seni patung
sudah berkembang sejak masuknya Agama Hindu.
Desa Sebatu dan Pujung(Sebatu and Pujung Villages)
Kabupaten/Kota : Gianyar
Desa Sebatu terletak di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan
Tegallalang, sedangkan Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah
Desa Sebatu. Dari desa Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara,
dan di lokasi itulah banyak sekali para pematung yang di sepanjang
jalan ngobrol sambil tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau
kecil. Dan di Desa Sebatu terletak di sebelah Utara Desa Tegallalang,
Kecamatan Tegallalang, sedangkan Banjar atau Dusun Pujung termasuk
wilayah Desa Sebatu. Dari desa Peliatan, arah Desa Sebatu adalah
ke Utara, dan di lokasi itulah banyak sekali para pematung yang
di sepanjang jalan ngobrol sambil tangan mereka sibuk mengukir kayu
dengan pisau kecil. Dan di Desa Adat Sebatu ini terdapat sebuah
Pura Gunung Kawi Sebatu.
Desa Sebatu dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara
maupun Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli
hasil-hasil kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan,
bunga-bungaan, patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang
terbuat dari kayu. Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti
kekunaan. Bukti-bukti tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa
pura, upacara-upacara yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak
adanya Padmasana pada pura-pura di lingkungan wilayah desa ini.
Nama Sebatu sendiri telah dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam
lontar Usana Bali yaitu cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan
antara Mayadenawa dan Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami
kekalahan ia menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara
musuh tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam
bahasa Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset
pada batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan
berkembangnya masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu. Desa Sebatu
dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun
Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil
kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan,
patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu.
Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti kekunaan. Bukti-bukti
tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa pura, upacara-upacara
yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak adanya Padmasana pada
pura-pura di lingkungan wilayah desa ini. Nama Sebatu sendiri telah
dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam lontar Usana Bali yaitu
cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan antara Mayadenawa dan
Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami kekalahan ia
menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara musuh
tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam bahasa
Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset pada
batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan berkembangnya
masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu. Desa Sebatu terletak
di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, sedangkan
Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah Desa Sebatu. Dari desa
Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara, dan di lokasi itulah
banyak sekali para pematung yang di sepanjang jalan ngobrol sambil
tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau kecil. Dan di Desa
Adat Sebatu ini terdapat sebuah Pura Gunung Kawi Sebatu. Desa Sebatu
dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun
Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil
kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan,
patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu.
Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti kekunaan. Bukti-bukti
tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa pura, upacara-upacara
yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak adanya Padmasana pada
pura-pura di lingkungan wilayah desa ini. Nama Sebatu sendiri telah
dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam lontar Usana Bali yaitu
cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan antara Mayadenawa dan
Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami kekalahan ia
menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara musuh
tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam bahasa
Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset pada
batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan berkembangnya
masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu. Desa Sebatu terletak
di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, sedangkan
Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah Desa Sebatu. Dari desa
Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara, dan di lokasi itulah
banyak sekali para pematung yang di sepanjang jalan ngobrol sambil
tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau kecil. Dan di Desa
Adat Sebatu ini terdapat sebuah Pura Gunung Kawi Sebatu. Desa Sebatu
dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun
Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil
kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan,
patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu.
Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti kekunaan. Bukti-bukti
tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa pura, upacara-upacara
yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak adanya Padmasana pada
pura-pura di lingkungan wilayah desa ini. Nama Sebatu sendiri telah
dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam lontar Usana Bali yaitu
cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan antara Mayadenawa dan
Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami kekalahan ia
menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara musuh
tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam bahasa
Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset pada
batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan berkembangnya
masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu.
Desa Sidan (Sidan Village)
Kabupaten/Kota : Gianyar
Obyek Wisata Alam Sidan terletak di Desa Sidan Kecamatan Gianyar
Kabupaten Gianyar, tepatnya 4 Km, dari Kota Gianyar ke arah Kota
Bangli dan 31 Km. Dari Kota Denpasar. Konon Desa Sidan ( Kerajaan
Sidan ) berada di Dusun Pegesangan ( kurang lebih 1 km. di sebelah
Selatan Desa Sidan sekarang ) dan karena sesuatu hal maka kerajaan
tersebut dipindahkan ( kekisidan ) ke Utara, yang sampai saat ini
dikenal dengan nama Desa Sidan. Secara alami Desa Sidan memang memiliki
panorama yang sangat indah, karena berada di areal bebukitan yang
lepas pandang. Disamping alamnya Desa Sidan juga memiliki beraneka
ragam obyek wisata, baik yang berupa peninggalan purbakala maupun
yang baru dibangun antara lain :
a.
PURA DALEM SIDAN
Pura Dalem Sidan didirikan sekitar abad 17 oleh tetua dari Puri
Sidan yaitu I Dewa Gede Pindi ( almarhum ), yang selanjutnya pada
tahun 1948 direnovasi kembali oleh putranya yang bernama I Dewa
Kompyang Pindi ( almarhum ). Pura Dalem Sidan tidak jauh berbeda
dengan pura lainnya, tetapi pura ini mempunyai keunikan tersendiri,
karena disamping kemegahannya, juga dihiasi dengan beraneka ragam
relief dan ukiran yang khas dan sarat dengan filosofi Agama Hindu.
b. PURA BUKIT CAMPLUNG
Lebih kurang 100 Meter kearah Timur Laut dari Pura Dalem Sidan terdapat
sebuah Pura yang bernama Pura Bukit Camplung, yang berdiri megah
diatas tebing, dimana tebing tebing tersebut penuh dengan
tulisan tulisan kuna, yang sampai saat ini belum diketahui
asal muasal tulisan tersebut. Di tebing sebelah Utara terdapat selokan
mata air kecil yang sangat dikeramatkan karena dipercaya masyarakat
sekitarnya dapat menyembuhkan penyakit kulit. Konon di pura ini
juga para Dewata menganugrahkan Gambelan Angklung Sidan yang sudah
sangat terkenal sampai ke Manca Negara. Pura Bukit Camplung juga
disebut Pura Masceti, karena masyarakat Pengemongnya adalah 9 subak
( Organisasi Klasik Petani Bali ) di Desa Sidan.
c. STAGE BARONG SIDAN
Disebelah Barat Pura Dalem Sidan tepatnya di areal teras persawahan
yang sangat indah, telah dibangun stage pertunjukan untuk menyajikan
kesenian kesenian yang berasal dari Kabupaten Gianyar. Saat
ini Wisatawan yang ingin menyaksikan Barong khas Stage Sidan ( Pertunjukan
Barong Taru Pramana ) dapat memesan langsung ke Kantor Dinas Pariwisata
Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar.
Demikian
sebagian kecil penjelasan mengenai Alam Sidan, bila kita masuk ke
obyek Wisata Alam Desa Sidan maka akan kita saksikan Sidan secara
keseluruhan dan diyakini dapat menikmati keindahan Alam yang masih
alami.
Desa Tenganan (Tenganan Village)
Kabupaten/Kota : Karangasem
Desa Tenganan atau Tengan Pegeringsingan merupakan salah satu dari
sejumlah desa kuno di Bali yang dikenal dengan sebutan Bali Age.
Pola kehidupan masyarakat Tenganan seperti pola perkampungan, struktur
komunikasi sistim ritual merupakan suatu yang amat unik.
Goa
Lawah (Bat Cave)
Kabupaten/Kota : Klungkung
Tempat sangat menarik untuk dikunjungi karena letaknya strategis dipinggir
pantai dengan pemandangan laut dan pulau Nusa Penida di kejauhan serta
penataan pantainya yang asri dan indah. Di pantai kadang-kadang wisatawan
dapat menyaksikan kegiatan upacara adat dan juga dapat melihat kelelawar
bergelantungan di tepi goa.
Gunung Agung(Mount Agung)
Kabupaten/Kota : Karangasem
Gunung Agung yang merupakan Gunung yang disucikan oleh masyarakat
Hindu Bali dimana mereka memiliki kepercayaan bahwa para dewa-dewa
berstana di Gunung Agung. Gunung Agung salah satu gunung yang masih
aktif di Pulau Bali, letusan terakhir terjadi pada tahun 1963 yang
mengakibatkan kehancuran terutama di Kabupaten Karangasem. Gunung
yang memiliki ketinggian 3,014 meter, di kaki gunung terdapat Pura
Besakih, pura yang terbesar yang terdapat di Bali. Para petualang
dapat memanjat Gunung Agung antara bulan Juli dan Bulan October.
Gunung Batur (Mount Batur)
Kabupaten/Kota : Bangli
Gunung yang sampai saat ini masih aktif dengan ketinggian 1,500 meter
dari permukaan laut dan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan
dari Denpasar. Dua letusan yang terjadi pada tahun 1917 dan 1926 serta
tahun 1994. Dengan danau Batur yang terletak di kaki gunung Batur
memberikan suasana pemandangan yang menakjubkan. Kegiatan hiking menuju
puncak kurang lebih 3 jam untuk menyaksikan Gunung Agung dan Gunung
Rinjani
Gunung Kawi Tampaksiring
Kabupaten/Kota : Gianyar
Setelah melewati Gapura dan 315 anak tangga di pinggir sungai Pakerisan
yaitu sebuah sungai yang mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi,
terletak komplek candi Gunung Kawi. Obyek wisata ini termasuk wilayah
Tampaksiring 40 km dari Denpasar. Mengenai nama Gunung Kawi ini belum
diketahui dengan pasti asal mulanya. Namun secara etimologi dikatakan
berasal dari kata Gunung dan Kawi, yang berarti gunung adalah daerah
pegunungan dan Kawi berarti pahatan. Jadi maksudnya ialah pahatan
yang terdapat di pegunungan atau di padas karang. Menurut sejarahnya
diantara raja raja yang memerintah di Bali yang paling terkenal
adalah Dinasti Warmadewa. Raja Udayana adalah merupakan dinasti ini
dan beliau adalah anak dari Ratu Campa yang diangkat anak oleh Warmadewa.
Setelah dewasa Udayana nikah dengan Putri Jawa yang bernama Gunapriya
Dharma Patni. Dari perkawinannya ini menurunkan Erlangga dan Anak
Wungsu. Akhirnya setelah Erlangga wafat tahun 1041, kerajaanya di
Jawa Timur dibagi Dua. Pendeta Budha yang bernama Empu Baradah dikirim
ke Bali agar pulau Bali diberikan kepada salah satu Putra Erlangga,
tetapi ditolak oleh Empu Kuturan. Selanjutnya Bali diperintah oleh
Raja Anak Wungsu antara tahun 1029 1077 dan dibawah perintahnya
Bali merupakan daerah yang sangat subur dan tentram. Setelah beliau
meninggal dunia abunya disimpan dalam satu candi di komplek Candi
Gunung Kawi. Tulisannya yang terdapat diatas pintu semu yang berbunyi
: " Haji Lumah Ing Jalu " yang berarti Sang Raja dimakamkan
di Jalu" sama dengan "Susuh" dari ( ayam jantan ) yang
bentuknya sama dengan "Kris" maka perkataan Ing Jalu dapat
ditafsirkan sebagai petunjuk " Kali Kris " atau Pakerisan.
Raja yang dimakamkan di jalu dimaksud adalah Raja Udayana. Sedangkan
tulisan " Rwa Anakira " yang berarti " Dua Anaknya
" kemungkinan yang dimaksud makam Raja Udayana, Anak Wungsu dan
Empat orang Permaisuri Raja serta Perdana Mentri Raja. Diseberang
Tenggara atau dari komplek candi ini terletak Wihara ( tempat tinggal
atau asrama para biksu / pendeta Budha ). Peninggalan candi dan wihara
di Gunung Kawi ini diperkirakan pada abad 11 Masehi.
Hutan Bambu (bamboo forest)
Kabupaten/Kota : Bangli
Hutan bambu ini terletak di Desa Kubu Kabupaten Bangli, sekitar 5
km dari kota Bangli. Disini para pengunjung dapat menemukan berbagai
jenis bambu seperti bambu Petung, bambu Talang tetapi juga yang menarik
dari kebun ini adalah suara dari pohon bambu saat bersentuhan antara
yang satu dengan lainnya ketika diterpa angin.
Iseh
Kabupaten/Kota : Karangasem
Lingkungan lseh merupakan bagian dari Desa Sidemen, Kecamatan sidemen,
Kabupaten Karangasem, jaraknya kira-kira 52 km dari kota Denpasar
dan dapat dicapai dengan mobil melalui jalan jurusan Desa Satria,
langsung ke Sidemen. 0byek Wisata Iseh sudah terkenal sejak sebelum
perang kemerdekaan Indonesia karena keindahan panorama alamnya. Disini
pernah tinggal pelukis dari Negara Jerman yang terkenal, sedang namanya
yaitu Walter Spies yang hidup antara tahun 1895-1942. Di Iseh Walter
Spies membangun gubuk kecil untuk studio tempatnya melukis. Selain
itu ada juga pelukis terkenal lain yaitu Theo Mejer dari Swiss yang
lahir di Bale Swiss pada tanggal 31 Maret 1908. Mereka banyak melukis
pemandangan dengan latar belakang gunung Agung. 0byek lukisannya yaitu
kehidupan penduduk sehari-hari, para penari dan upacara adat setempat.
Jati Luwih
Kabupaten/Kota : Tabanan
Jati Luwih, terletak pada ketinggian 700 m diatas permukaan laut,
+ 27 km ke arah Utara kota Tabanan. Jati Luwih sebagai Desa Wisata
merupakan salah satu obyek yang terindah di Bali, dengan pemandangan
yang luas dan panorama sawah yang bertingkat yang tiada taranya. Disebelah
utaranya dilatarbelakangi oleh gunung yang berhutan lebat dengan udara
yang sejuk dan bersih.
Jemeluk
Kabupaten/Kota : Karangasem
0byek wisata Jemeluk terletak di kawasan pantai Desa Purwakerti, Kecamatan
Abang, Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem. Jaraknya lebih kurang
101 km dari kota Denpasar atau 21 km dari kola Amlapura. Meskipun
fasilitas penginapan di daerah ini belum ada tetapi di Desa Lipah
ketimur kira-kira 3 km sudah ada penginapan serta rumah makan yang
sangat mencukupi buat melayani wisatawan.
Jimbaran dan Kedonganan
URL : http://
Kabupaten/Kota : Badung
Jimbaran dan Kedonganan adalah merupakan tempat dimana para nelayan
berlabuh dan pusat pasar ikan di daerah Badung. Pantai putih yang
cocok untuk berjemur dan berlayar dengan perahu tradisional. Dan pada
saat matahari tenggelam sambil menikmati santap malam akan menyaksikan
sinar lampu hotel-hotel yang terletak di tebing-tebing sebelah selatan
pantai serta menyaksikan kapal terbang yang akan turun dan mengudara
di Airport Ngurah Rai.
Kawasan Batur (Batur Area)
Kabupaten/Kota : Bangli
Nama 0byek Wisata Kawasan Batur disesuaikan dengan potensi yang ada
yaitu Gunung Batur dan Danau Batur. Pura Batur, yang namanya berasal
dari nama Gunung Batur, merupakan salah satu Pura Sad Khayangan yang
diemong oleh Warga Desa Batur. Gunung Batur meletus tahun 1917, menyebabkan
pura yang tadinya berada di kaki sebelah Barat dipindahkan bersama
warga desa ke tempat yang sekarang.Dari Penelokan dapat memandang
birunya Danau Batur dan buih-buih ombak yang menepi. Di kawasan ini
banyak kapal boat yang melayani wisatawan dan penumpang umum dalam
setiap penyeberangan dari Desa Kedisan ke Desa Trunyan. Para nelayan
sibuk mengail ikan mujair dan hasil tangkapannya itu di bawa ke Kabupaten
Bangli untuk dijadikan makanan khas Bangli yaitu sate mujair. Kawasan
Batur berada pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut dengan suhu
udara sejuk di siang hari dan dingin pada waktu malam hari. Jika ditempuh
dari ibu Kota Propinsi kawasan ini berjarak +65 km, dari Ibu Kota
Bangli sejauh +23 km. Pura Batur merupakan tempat Pemujaan Umat Hindu
di seluruh Bali khususnya Bali Tengah, Utara dan Timur memohon keselamatan
di bidang persawahan.
Kawasan Nusa Penida(Nusa Penida Area)
Kabupaten/Kota : Klungkung
Di kawasan Nusa Penida ini terdapat beberapa obyek serta tempat rekreasi
wisata tirta. Kawasan Rekreasi tirta tersebut sangat menarik untuk
dinikmati oleh para wisatawan, yaitu kawasan bahari dengan tumbuhan
karang yang amat indah dan bermacam-macam jenis ikan yang berwarna-warni.
Suana
Disamping pantai berpasir putih dan perbukitan yang indah, di Suana
juga terdapat yang disebut Gao Giri Putri. Goa ini terletak di Dusun
Karangsari Desa Suana kurang lebih 5 km di sebelah timur Desa Batununggul.
Hanya pada waktu masuk kedalam goa saja yang sulit, tapi setelah
merangkak 3 km kita sampai pada ruangan goa yang sangat luas. Di
dalam goa banyak terdapat stalagnit dan stalaktit, juga terdapat
mata air yang dikeramatkan. Goa ini tembus sampai ke barat dan disini
terdapat mulut goa yang cukup lebar untuk menyaksikan pemandangan
perbukitan.
Karang
Bolong
Objek ini dapat disaksikan dari Nusa Penida Desa Sakti. Selain dapat
menyaksikan pemandangan Karang Bolong yang sangat indah, juga dapat
menikmati pantai Penida berpasir putih dan pemandangan alam di sekitarnya.
Demikian pula di Nusa Penida dapat disaksikan pengelolaan sumber
mata air yang berada dekat dengan pantai.
Pantai
Lembongan dan Jungutbatu
Pantai ini juga berpasir putih, laut disekitarnya jernih dengan
berbagai jenis ikan berwarna-warni. serta karang lautnya indah dan
beraneka warna, sehingga jelas sekali nampak bagaikan dalam taman
laut yang sangat indah. Berbagai atraksi yang sangat menarik juga
dapat dilakukan dan dilakukan oleh para wisatawan, misalnya banana
boat. Pada sore hari dapat disaksikan betapa indahnya pemandangan
matahari terbenan. Dari Jungutbatu maupun Lembongan, para wisatawan
dapat menikmati pemandangan alam yang indah di Nusa Ceningan, dengan
jembatan diatas laut yang menghubungkan antara Lembongan dan Ceningan.
Kawasan Padanggalak (Padanggalak Area)
Kabupaten/Kota : Denpasar
Kawasan yang merupakan kompleks pariwisatanya Kotamadya Denpasar
ini memang lain dari yang lain. Di sana berbagai fasilitas rekreasi
telah tersedia, termasuk kolam renang yang bertaraf international.
Selain kolam renang yang megah yang siap dipakai sewaktu-waktu untuk
event nasional maupun internasional, juga disediakan semacam panggung
terbuka guna menampung berbagai atraksi kesenian yang ingin dipertunjukkan
ke khalayak umum. Adapun pertunjukkan itu bermacam-macam dari yang
klasik sampai ke yang modern, misalnya konser-konser musik maupun
pagelaran akbar. Disamping panggung terbuka dan tertutup disediakan
juga atraksi permainan sinar laser dengan dilatar belakangi layar
air mancur untuk pertunjukan kesenian kesenian daerah. Atraksi dapat
dapat disaksikan di Taman Festival Bali, Pdanggalak Jarak Kawasan
Padang Galak ini relatif dekat dengan Kota Denpasar. Karena sarana
transportasi sudah sangat baik maka hanya dengan 7 sampai 10 menit
saja anda akan sampai ke tempat ini. Kawasan Padang Galak sangat
disenangi bagi mereka yang ingin bersantai atau sekedar mandi berenang
di kolam untuk mereka yang alergi dengan air laut. Disamping kolam
renang juga disediakan kolam reftile (buaya). Selain restaurant
yang berarsitektur daerah juga dapat dilihat pasar-pasar tradisional.
Kawasan Toya Bungkah (Toya Bungkah Area)
Kabupaten/Kota : Bangli
Toyobungkah termasuk wilayah Desa Batur, terletak di kaki Gunung
Batur atau dipinggir Barat Danau Batur yang jaraknya kurang lebih
6 km dari Desa Kediaman, 38 km dari Kota Bangli dan 78 km dari Kota
Denpasar. Toyobungkah merupakan Sumber Mata Air Panas Alam yang
sehari-harinya dimanfaatkan untuk merendam badan karena dianggap
dapat menyembuhkan penyakit khususnya penyakit kulit. Airnya ditampung
pada suatu kolam kecil yang terletak di sebelah Danau Batur. Karena
letak kolam air panas sangat berdekatan dengan Danau Batur, maka
pandangan ke arah danau menjadi bebas sehingga dari kejauhan tampak
pemandangan yang indah dimana disebelah timur laut Danau Batur kelihatan
Desa Trunyan yang dikelilingi daerah perbukitan yang menghijau.
Disamping pemandangannya yang sangat indah, Toyobungkah hawanya
sejuk, sehingga tidak mengherankan apabila seorang pujangga dan
sastrawan terkenal yaitu Sutan Takdir Ali Syahbana memilih Toyobungkah
sebagai tempat untuk mendirikan bangunan yang disebut Balai Seni
Toyobungkah yaitu tempat yang dipergunakan untuk menggelar berbagai
macam kesenian. Dalam perjalanan menuju Toyobungkah kita akan banyak
menikmati panorama yang indah seperti panorama gunung dan Danau
Batur, pohon cempedak atau nangka, dan tumbuh-tumbuhan lainnya serta
tumpukan bekas-bekas lahar yang sudah menjadi karang yang kelihatan
indah. Di sebelah timur jalan raya menuju Toyobungkah ada sebuah
pura yang cukup besar yaitu Pura Jati. Toyobungkah memiliki daya
tarik serta keindahan hingga banyak dikunjungi para wisatawan Mancanegara
dan Nusantara yang bertujuan untuk mendaki Gunung Batur, kemah,
mandi, berekreasi ataupun melihat dari dekat keindahannya. Di tempat
ini terdapat dua kolam air panas yang berdekatan yaitu kolam air
panas alam yang bisa dipergunakan untuk umum, khususnya masyarakat
sekitar tempat ini, sedang kolam air panas yang satunya telah dibangun
dengan tembok penyengker, tempat ini disediakan untuk para wisatawan
mancanegara dan wisatawan Nusantara.
Kawasan Tukad Unda(Tukad Unda Area)
Kabupaten/Kota : Klungkung
Kawasan Tukad Unda letaknya 38 Km dari Kota Denpasar ke arah timur.Di
kawasan Tukad Unda ini terdapat sebuah kegiatan rekreasi arung jeram/
rafting. Tempat rekreasi arung jeram ini memiliki panjang Rafting
9 Km dan pada jalur arung jeram ini kita akan menemui rintangan
sekitar 22 rintangan. Maka dari itu bagi wisatawan yang menggemari
rekreasi arung jeram, silakan datang ke Kawasan Tukad Unda serta
silakan mencoba mengarungi jeram tersebut.
Kebun Raya
Kabupaten/Kota : Tabanan
Kebun Raya terletak di sebelah Barat 0byek Wisata Bedugul merupakan
sebuah komplek hutan suaka alam. Hutan tersebut ditata sedemikian
rupa sehingga terwujud suatu pemandangan indah dan nyaman. Di sela-sela
pepohonan yang rindang terhampar rerumputan yang menghijau dan ditanami
bunga-bungaan yang beranekaragam di sepanjang jalan setapak di sekeliling
hutan yang menambah kesejukan udara dan keheningan suasana. Disamping
pemandangan yang indah dan menghijau terdapat pula suatu bangunan
rumah kaca yang dipergunakan untuk percobaan dan pengembangan tumbuh-tumbuhan
terutama anggrek. Juga terdapat ribuan jenis tanaman yang dipelihara
dengan baik secara profesional.
Kerta
Gosa dan Taman Gili
Kabupaten/Kota : Klungkung
Objek wisata Kertha Gosa dan Taman Gili (Balai Kambang) pada jaman
dahulu merupakan bagian dari Puri Semarapura Kerajaan Klungkung yang
dibangun pada abad 17. Di sebelah barat bangunan ini terdapat sebuah
pintu gerbang yang dikenal dengan nama Pemedal Agung adalah merupakan
pintu gerbang utama Puri Semarapura tersebut. Ketiga bangunan bersejarah
ini berada dalam satu areal yang terletak dijantung kota Semarapura
kurang lebih 40 km sebelah timur kota Denpasar, dilalui oleh jalur
lalu lintas perjalanan menuju Besakih, Goa Lawah, Candi Dasa dan dari
objek wisata Kertha Gosa/Taman Gili dapat dilanjutkan ke Desa Kamasan
yang terletak 2 km kearah selatan sebuah desa yang terkenal dengan
kerajinan perak, ukiran klongsong peluru, emas dan lukisan wayang
tradisional.
Daya tarik ketiga bangunan ini adalah karena sebagai peninggalan bersejarah
dari kerajaan Klungkung dengan ornamen ukiran-ukirannya yang indah
mengagumkan. Selain itu pada bangunan Kertha Gosa dan Taman Gili,
pada langit-langit atapnya dihiasi lukisan tradisional Kamasan yang
amat artistik, menggambarkan filosofi kebudayaan Hindu. Disamping
itu pula Taman Gili/Balai Kambang sebagai satu bangunan berarsitektur
tradisional Bali didirikan diatas alas kura-kura raksasa disebelah
timurnya, diatas tembok kolam yang mengelilinginya berderet patung-patung
para dewa disatu pihak dan para raksasa di pihak lain, masing-masing
kelompok berusaha mendapatkan Amertha Penyubur Kehidupan.
Kertha Gosha
Kabupaten/Kota : Klungkung
Sebagai bekas kerajaan, wajar jika Klungkung mempunyai banyak peninggalan
yang saat ini menjadi objek wisata. Salah satunya adalah Taman Gili
Kerta Gosa, peninggalan budaya kraton Semarapura Klungkung. Kerta
Gosa adalah suatu bangunan (bale) yang merupakan bagian dari bangunan
komplek kraton Semarapura dan telah dibangun sekitar tahun 1686 oleh
peletak dasar kekuasaan dan pemegang tahta pertama kerajaan Klungkung
yaitu Ida I Dewa Agung Jambe.
Kerta
Gosa terdiri dari dua buah bangunan (bale) yaitu Bale akerta Gosa
dan Bale Kambang. Disebut Bale Kambang karena bangunan ini dikelilingi
kolam yaitu Taman Gili. Keunikan Kerta Gosa dengan Bale Kambang
ini adalah pada permukan plafon atau langit-langit bale ini dihiasi
dengan lukisan tradisional gaya Kamasan (sebuah desa di Klungkung)
atau gaya wayang yang sangat populer di kalangan masyarakat Bali.
Pada awalnya, lukisan yang menghiasi langit-langit bangunan itu
terbuat dari kain dan parba. Baru sejak tahun 1930 diganti dan dibuat
di atas eternit lalu direstorasi sesuai dengan gambar aslinya dan
masih utuh hingga sekarang. Sebagai peninggalan budaya Kraton Semarapura,
Kerta Gosa dan Bale Kambang difungsikan untuk tempat mengadili perkara
dan tempat upacara keagamaan terutama yadnya yaitu potong gigi (mepandes)
bagai putra-putri raja.
Fungsi
dari kedua bangunan terkait erat dengan fungsi pendidikan lewat
lukisan-lukisan wayang yang dipaparkan pada langit-langit bangunan.
Sebab, lukisan-lukisan tersebut merupakan rangkaian dari suatu cerita
yang mengambil tema pokok parwa yaitu Swargarokanaparwa dan Bima
Swarga yang memberi petunjuk hukuman karma phala (akibat dari baik-buruknya
perbuatan yang dilakukan manusia selama hidupnya) serta penitisan
kembali ke dunia karena perbuatan dan dosa-dosanya. Karenanya tak
salah jika dikatakan bahwa secara psikologis, tema-tema lukisan
yang menghiasi langit-langit bangunan Kerta Gosa memuat nilai-nilai
pendidikan mental dan spiritual. Lukisan dibagi menjadi enam deretan
yang bertingkat.
Deretan
paling bawah menggambarkan tema yang berasal dari ceritera Tantri.
Dereta kedua dari bawah menggambarkan tema dari cerita Bimaswarga
dalam Swargarakanaparwa. Deretan selanjutnya bertemakan cerita Bagawan
Kasyapa. Deretan keempat mengambil tema Palalindon yaitu ciri atau
arti dan makna terjadinya gempa bumi secara mitologis. Lanjutan
cerita yang diambil dari tema Bimaswarga terlukiskan pada deretan
kelima yang letaknya sudah hampir pada kerucut langit-langit bangunan.
Di deretan terakhir atau keenam ditempati oleh gambaran tentang
kehidupan nirwana. Selain di langit-langit bangunan Kerta Gosa,
lukisan wayang juga menghiasi langit-langit bangunan di sebelah
barat Kerta Gosa yaitu Bale Kambang. Pada langit-langit Bale Kambang
ini lukisan wayang mengambil tema yang berasal dari cerita Kakawin
Ramayana dan Sutasoma. Pengambilan tema yanga berasal dari kakawin
ini memberi petunjuk bahwa fungsi bangunan Bale Kambang merupakan
tempat diselenggarakannya upacara keagamaan Manusa Yadnya yaitu
potong gigi putra-putri raja di Klungkung. Daya tarik dari Kerta
Gosa selain lukisan tradisional gaya Kamasan di Bale Kerta Gosa
dan Bale Kambang, peninggalan penting lainnya yang masih berada
di sekitarnya dan tak dapat dipisahkan dari segi nilai sejarahnya
adalah pemedal agung (pintu gerbang/gapura). Pemedal Agung terletak
di sebelah barat Kerta Gosa yang sangat memancarkan nilai peninggalan
budaya kraton. Pada Pemedal Agung ini terkandung pula nilai seni
arsitektur tradisional Bali. Gapura inilah yang pernah berfungsi
sebagi penopang mekanisme kekuasaan pemegang tahta (Dewa Agung)
di Klungkung selama lebih dari 200 tahun (1686-1908).
Pada
peristiwa perang melawan ekspedisi militer Belanda yang dikenal
sebagai peristiwa Puputan Klungkung pada tanggal 28 April 1908,
pemegang tahta terakhir Dewa Agung Jambe dan pengikutnya gugur.
(Rekaman peristiwa ini kini diabadikan dalam monumen Puputan Klungkung
yang terletak di seberang Kerta Gosa). Setelah kekalahan tersebut
bangunan inti Kraton Semarapura (jeroan) dihancurkan dan dijadikan
tempat pemukiman penduduk. Puing tertinggi yang masih tersisa adalah
Kerta Gosa, Bale Kambang dengan Taman Gili-nya dan Gapura Kraton
yang ternyata menjadi objek yang sangat menarik baik dari sisi pariwisata
maupun kebudayaan terutama kajian historisnya.
Kerta
Gosa ternyata juga pernah difungsikan sebagai balai sidang pengadilan
yaitu selama berlangsungnya birokrasi kolonial Belanda di Klungkung
(1908-1942) dan sejak diangkatnya pejabat pribumi menjadi kepala
daerah kerajaan di Klungkung (Ida I Dewa Agung Negara Klungkung)
pada tahun 1929. Bahkan, bekas perlengkapan pengadilan berupa kursi
dan meja kayu yang memakai ukiran dan cat prade masih ada. Benda-benda
itu merupakan bukti-bukti peninggalan lembaga pengadilan adat tradisional
seperti yang pernah berlaku di Klungkung dalam periode kolonial
(1908-1942) dan periode pendudukan Jepang (1043-1945). Pada tahun
1930, pernah dilakukan restorasi terhadap lukisan wayang yang terdapat
di Kerta Gosa dan Bale Kambang oleh para seniman lukis dari Kamasan.
Restorasi lukisan terakhir dilakukan pada tahun 1960.
Lapangan Puputan
Kabupaten/Kota : Denpasar
Lapangan Puputan Badung yang merupakan pusat keramaian di Denpasar.
Puputan yang artinya "habis-habisan" dimana pada tahun
1906 ketika Belanda menyerbu Denpasar, rakyat Bali yang dipimpin
oleh Raja Denpasar memilih untuk bertempur habis-habisan daripada
menyerah terhadap Belanda. Kurang lebih 4,000 rakyat Bali termasuk
Keluarga Raja Denpasar tewas dan sejak itu Belanda menguasai Bali.
Untuk memperingati perang Puputan Badung maka didirikan Monumen
Puputan Badung yang terletak di sebelah Utara lapangan. Monumen
tersebut terdiri dari Raja, Ratu dan 2 orang putra raja. Lapangan
ini tempat untuk rekreasi bagi masyarakat kota Denpasar .
Lembu Putih dan Gajah Taro(White Cow and Elephant Taro)
Kabupaten/Kota : Gianyar
Di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Daerah Tingkat II
Gianyar, kurang lebih 40 Km. Dari Kota Denpasar, ada sebuah hutan
desa yang dihuni oleh sekelompok binatang sapi/lembu putih. Binatang
ini sangat dikeramatkan dan disucikan oleh masyarakat sekitarnya
maupun masyarakat Bali pada umumnya, karena binatang ini merupakan
sarana pelengkap (saksi) upacara di Bali yaitu Ngasti (dan yang
setingkat dengan upacara itu). Lembu Putih ini dibawa ke tempat
upacara dan oleh penyelenggara upacara dituntun mengelilingi areal/tempat
upacara mulai dari arah timur ke selatan dan seterusnya berkeliling
sebanyak tiga kali, kemudian berakhir atau selesai di timur. Upacara
ini disebut dengan Upacara Mepada (Maideran/Purwa Daksina). Setelah
Upacara tersebut selesai Lembu Putih dikembalikan lagi ke hutan
Desa Taro, tentunya sebelum dan sesudahnya telah disuguhi berbagai
sesajian. Tetapi dengan keindahan alam pedesaan Taro yang sangat
menarik, dewasa ini atas usaha seorang investor dan tentunya dengan
persetujuan dari Pihak Pemerintah Daerah Tingkat II Gianyar, di
sebelah areal hutan sapi/lembu putih Taro, juga telah dikembangkan
sebuah atraksi wisata baru yaitu Trakking Gajah. Para wisatawan
dapat menaiki gajah berkeliling hutan dengan melewati lorong / jalan
setapak di sekitar Desa Taro. Bila diinginkan wisatawan dapat berenang
(bermain di air) dengan gajah didalam kolam yang sudah tersedia.
Lingkungan Pura Agung Jagatnatha(Jagatnatha Temple)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Kendatipun lingkungan Pura Agung Jagatnatha ini relatif baru, akan
tetapi karena berdiri megah ditengahtengah kota, lingkungan
Pura ini cepat menarik wisatawan. Di saat odalan dan waktu bulan
Purnama serta bulan mati (Tilem) bisa disaksikan umat Hindu termasuk
anak-anak sekolah datang ke lingkungan Pura ini untuk bersembahyang
dengan destar putih, baju putih dan selendang (saput) kuning untuk
kaum pria, sedangkan kaum wanita menggunakan baju kuning atau putih
dan selendang kuning atau putih. Pemandangan seperti ini sangat
menarik karena ditengah hiruk pikuknya kehidupan kota, umat Hindu
tidak pernah melupakan kewajibannya untuk bersembahyang.Suasana
kota, lalu lintas, kebisingan, tidak mengurangi kekhusukan umat
Hindu di dalam melakukan persembahyangan. Candi Bentar, Padmasana
yang menjulang tinggi seakan-akan bersaing dengan menara Telkom
yang juga menjulang tinggi sebagai lambang kemajuan teknologi di
abad saat ini, tidak mengurangi keagungan Padmasana sebagai Singgasana
Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Lingkungan
Pura Beji (Beji Temple)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Lingkungan Pura Beji merupakan sebuah lingkungan Pura untuk memuja
Dewi Sri, sebagai Dewi yang dikaitkan dengan pertanian khususnya dipercayai
sebagai Dewi yang menciptakan padi sebagai bahan makanan pokok. Lingkungan
Pura ini juga dikenal sebagai lingkungan Pura Subak untuk Desa Adat
Sangsit, dimana seluruh bagian lingkungan Raja dihiasi ukiran style
Buleleng dalam bentuk tumbuh-tumbuhan yang merambat dan motif bunga
yang mencirikan abad ke 15, jaman Raja Majapahit.Pada pintu gerbang
lingkungan pura dihiasi dua ekor naga sebagai penjaga Pura. Daya tarik
yang unik dari lingkungan pura ini adalah ukiran yang memenuhi semua
bagian pura seakan-akan tidak satu tempat pura yang tidak dihiasi
dengan ukiran. Ukiran ini dicat warna-warni sehingga lingkungan pura
ini menjadi lebih unik lagi.Lingkungan Pura ini berlokasi di Desa
Sangsit, Kecamatan Sawan Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng.
Lingkungan Pura Dalem Jagaraga(Jagaraga Temple)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Lingkungan Pura Dalem Jagaraga, sebagai salah satu dari lingkungan
Pura Kahyangan Tiga Adat Jagaraga, secara umum memiliki pola yang
sama dengan lingkungan Pura Dalem lainnya di Bali yaitu lokasinya
dekat kuburan, hiasan patung-patung yang berwajah seram dan menakutkan,
antara lain patung Betara Durga. Lingkungan Pura Dalem ini memiliki
keunikan tersendiri yaitu pahatan relief di tembok depan bagian luar
lingkungan pura ini, yang melukiskan pertempuran pesawat udara model
kuno di udara (dog fight), perampokan bersenjata, perahu, orang sedang
minum bir, mobil model kuno. Keunikan-keunikan seperti inilah yang
membuat pura ini terkenal dan banyak dipromosikan oleh para penulis
buku panduan wisatawan (guide book).
Lokasi Lingkungan Pura Dalem Jagaraga terletak di Desa Jagaraga, 11
km sebelah Timur Singaraja dipinggir jalan jurusan Singaraja Sawan.
Desa Jagaraga juga terkenal dengan "Puputan Jagaraga"-nya
dan sekaa Gong Kebyarnya dimana seniman almarhum "Gde Manik"
berasal dari Desa ini.
Lingkungan Pura Madwe Karang(Madwe Karang Temple)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Lingkungan Pura Maduwe Karang adalah salah satu lingkungan Pura di
Bali yang telah dikenal wisatawan mancanegara sebelum Perang Dunia
Kedua. Di Jaman itu wisatawan mancanegara datang ke Bali melalui laut
di Pelabuhan Buleleng. Di tempat ini sambil menunggu angkutan umum
para wisatawan mempergunakan waktu untuk mengunjungi Lingkungan Pura
Beji di Desa Sangsit, Lingkungan Pura Maduwe Karang di Desa Kubutambahan.Lingkungan
Pura ini terdiri dari tiga tingkat yaitu "Jaba Pura" di
luar lingkungan pura atau "Jabaan", "Jaba Tengah",
dan "Jeroan", bagian paling dalam adalah yang paling disucikan.
Dua buah tangga batu menanjak menuju Jaba Pura, yang di bagian depannya
dihiasi patung-patung batu padas, tiga puluh empat jumlahnya, yang
diambil dari tokoh-tokoh dan adegan-adegan ceritera Ramayana.
Patung yang berdiri di tengah-tengah memperlihatkan Kumbakarna yang
sedang berkelahi dan dikeroyok oleh kera-kera laskar Sang Sugriwa.
Yang unik, pada bagian dinding di sebelah utara terdapat ukiran relief
orang naik sepeda yang roda belakangnya terdapat daun bunga tunjung.
Daya tarik lain adalah pahatan Durga dalam manifestasinya sebagai
Rangda, dalam posisi duduk dengan kedua lututnya terbuka lebar sehingga
alat kelaminnya jelas kelihatan. Tangan kanannya diletakkan di atas
kepala seorang anak kecil yang berdiri di sebelah lututnya, kaki kanannya
diletakkan di atas binatang bertanduk yang sedang berbaring. Pada
bagian lain dari dinding lingkungan pura ini terdapat pahatan seorang
penunggang kuda terbang dan pahatan Astimuka. Tokoh ini dilukiskan
sama dengan Sang Hyang Gana (Ganesha), yakni dewa dengan muka gajah.
Kungkungan Pura Maduwe Karang ini terletak di Desa Kubutambahan, 12
km sebelah Timur Singaraja.
Lingkungan Pura Penataran Sasih(Penataran Sasih Temple)
Kabupaten/Kota : Gianyar
Benda-benda peninggalan jaman kuno di Bali yang berada di Desa Pejeng
ada sekitar enam puluh persen. Patung-patung tua dan pusaka-pusaka
bersejarah telah tersimpan di setiap lingkungan pura di Desa Pejeng.
Nekara Perunggu yang tersimpan di lingkungan Pura Penataran Sasih
adalah merupakan salah satu peninggalan jaman kuno "Pra Hindu".
Lingkungan pura ini berlokasi di tengah-tengah Desa Pejeng di tepi
jalan raya menuju Tampak Siring. Lingkungan Pura Penataran Sasih hingga
saat ini telah banyak dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara,
baik untuk tujuan melihat-lihat maupun untuk penelitian.
Lingkungan Pura Ponjok Batu(Ponjok Batu Temple)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Lingkungan Pura Ponjok Batu merupakan sebuah tanjung yang terdiri
atas bebatuan dimana dari celahcelah batu tersebut tumbuh pohon
Kamboja dan semak yang sangat indah. Dalam bahasa Bali "Ponjok
Batu" berarti Tanjung Batu. Lingkungan Pura ini merupakan lingkungan
Pura tempat pemujaan/tempat persembahyangan umum untuk mohon keselamatan.Dari
depan lingkungan pura yang dibatasi jalan raya menuju Amlapura terlihat
pemandangan Laut Jawa yang terbentang luas, yang dapat menimbulkan
ketenangan jiwa dan menumbuhkan inspirasi bagi pengunjungnya. Laut
yang tenang yang ditumbuhi beberapa pohon tua di sekitar bukit menambah
keindahan lokasi lingkungan Pura. Beberapa sumber air bertebaran di
sekitar lokasi, dan penduduk setempat memanfaatkannya untuk keperluan
sehari-hari.
Lingkungan Pura ini terletak lebih kurang 24 km di sebelah Timur Singaraja,
terletak di pinggir pantai dan di atas sebuah ketinggian, termasuk
wilayah Desa Pacung Kecamatan Tejakula. Disamping karena keindahan
alam, arsitektur lingkungan Pura juga mencerminkan gaya khas yaitu
seluruh bangunan terbuat dari susunan batu batu alam yang terdapat
di sekitar lokasi sangat menarik wisatawan.
Lingkungan Pura Pulaki(Pulaki Temple)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Lingkungan Pura Pulaki dibangun di atas tebing berbatu dan langsung
menghadap ke laut. Lingkungan Pura ini kelihatan sangat agung dan
sesuai dengan namanya yaitu Lingkungan Pura Agung Pulaki. Daya tarik
Lingkungan Pura ini yang menonjol adalah lokasi dan lingkungan Pura.
Bukit terjal yang berbatu dan kering serta laut membentang di depannya
dan bukit tidak jauh di sebelah Baratnya yang berbentuk tanjung kecil
memberikan suasana yang sangat menarik.Kera-kera yang hidup di sekitar
pura ini, sering berkumpul di halaman pura karena adanya makanan yang
diberikan oleh para pengunjung, menambah daya tarik lingkungan pura
ini.Lingkungan Pura Pulaki terletak di desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak,
53 km sebelah Barat Singaraja. Lingkungan Pura Pulaki itu sesungguhnya
merupakan satu kompleks yang terdiri dari lingkungan Pura Agung Pulaki
dengan beberapa "Pesanakannya" yaitu lingkungan Pura Melanting,
lingkungan Pura Kertha Kawat, lingkungan Pura Pabean dan lingkungan
Pura Pemuteran. Lingkungan Pura Melanting ada kaitannya dengan kemakmuran,
khususnya yang beraspek perdagangan, sehingga lingkungan Pura Melanting
banyak dikunjungi oleh para pengusaha, pedagang, untuk bersembahyang
dan membawa "aturan'. Di Lingkungan Pura Pemuteran, terdapat
air panas yang banyak dikunjungi baik oleh penduduk lokal maupun wisatawan.
Lingkungan Pura Pusering Jagat(Pusering Jagat Temple)
Kabupaten/Kota : Gianyar
Lingkungan Pura ini dianggap sebagai "Pusat Dunia", dimana
di sini terdapat sejumlah arca-arca kuno seperti Arca Catuh Kaya dan
lain-lainnya. Lingkungan pura ini terletak di Desa Pejeng, tepatnya
di sebelah utara lingkungan Pura Kebo Edan. Dan Lingkungan Pura ini
pun tak ketinggalan banyak dikunjungi oleh para wisatawan karena letaknya
sangat strategis yaitu di komplek wisata purbakala yang lain. Bejana
merupakan sebuah benda kekunaan terpenting di lingkungan ini, benda
ini terbuat dari batu dengan relief yang menggambarkan para dewa mencari
Tirta Amerta. Bejana ini memuat tahun Candra Sangkala 1251 Caka (1329
Masehi), yang menunjukkan masa kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Tahun
1952 arca yang retak telah diperbaiki, dan baru-baru ini bangunan
pelindungnya telah dipugar kembali oleh suaka peninggalan sejarah
dan purbakala Bali. Oleh Belanda ini disebut juga Sangku Sudamala.
Kecuali itu di dalam lingkungan pura ini terdapat juga Gedong Purus,
tempat tersimpannya sebuah Lingga dan sebuah Yoni yang dibuat sangat
naturalistik. (Purus = Kemaluan laki-laki).
Linkungan Pura Dalem Sangsit(Sangsit Temple)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Daya tarik yang menonjol dari lingkungan pura ini adalah relief pada
tembok luar pura yang menggambarkan ceritera "Bima Swarga",
yang pada pokoknya menggambarkan adanya hukuman imbalan yang diterima
setiap orang setelah yang bersangkutan meninggal sesuai dengan perbuatannya.
Misalnya hukuman yang harus diterima oleh seorang yang melakukan perbuatan
zinah di saat hidupnya. Relief ini juga mengandung makna filosofis
tentang hak dan kewajiban umat Hindu. Misalnya digambarkan seorang
wanita yang harus menyusui seekor ulat raksasa karena tidak mampu
memberikan keturunan.Relief ini karena umurnya dibeberapa bagian telah
mulai kabur namun di beberapa bagian masih nampak jelas. Adapun patung
patung yang berwajah seram sebagaimana umumnya terdapat pada setiap
lingkungan Pura Dalem yang ada kaitannya dengan kematian, memberikan
suasana seram dan menakutkan, menambah juga daya tarik lingkungan
Pura ini bagi wisatawan. Lingkungan Pura Dalem ini terletak di Desa
Sangsit 8 km sebelah Timur Singaraja.
Linkungan Pura Uluwatu(Uluwatu Temple Area)
Kabupaten/Kota : Badung
Lingkungan Pura Luhur Uluwatu tersebut diperkirakan berdiri sekitar
abad 11 , seusia dengan Empu Kuturan yang mendirikan pelinggih di
lingkungan Pura Besakih. Tempat tersebut telah dipilih oleh Pendeta
Danghyang Nirarta untuk mencapai moksa yaitu menyatu dengan Sang Hyang
Pencipta Alam Semesta. Di Lingkungan Pura tersebut telah tumbuh semak-semak
yang dijaga oleh kera-kera jinak dan dilindungi oleh masyarakat sekitarnya.Lokasi
Uluwatu terletak pada daerah perbukitan batu-batu karang di sebelah
Selatan Pulau Bali.Uluwatu termasuk wilayah Desa Pecatu, Kecamatan
Kuta, Kabupaten Badung. Daerah tersebut jika ditempuh dari Denpasar
kurang lebih 30 km ke arah Selatan lewat kawasan pariwisata Kuta,
Bandara Ngurah Rai Tuban dan Desa Jimbaran. Tempat tersebut sangat
baik jika dipakai untuk olah raga papan selancar.
Monumen Bajra Sandhi
Kabupaten/Kota : Denpasar
Bajra Sandhi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi
hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang persemaian pelestarian
jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman
ke zaman yang dapat memberi inovasi dan inspirasi dalam mengisi dan
menjaga keajegan negara Kesatuan RI. Lokasi monumen ini terletak di
depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Propinsi Bali yang juga di depan
Gedung DPRD Propinsi Bali Niti Mandala Renon persisnya di Lapangan
Puputan Renon.
Keseluruhan
data daerah monumen berbentuk segi empat bujur sangkar dengan penerapan
konsepsi Tri Mandala :
1. Sebagai Utama Mandala adalah pelataran/gedung yang paling ditengah
2. Sebagai Madya Mandala adalah pelataran yang mengitari Utama Mandala
3. Sebagai Nista Mandala adalah pelataran yang paling luar yang
mengitari Madya Mandala
Bangunan
gedung monumen pada Utama Mandala tersusun menjadi 3 lantai :
Utamaning Utama Mandala adalah lantai 3 yang berposisi paling atas
berfungsi sebagai ruang ketenangan, tempat hening-hening menikmati
suasana kejauhan disekeliling monumen.
Madyaning Utama Mandala adalah lantai 2 berfungsi sebagai tempat
diaroma yang berjumlah 33 unit. Lantai 2 (dua) ini sebagai tempat
pajangan miniatur perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Di bagian
luar sekeliling ruangan ini terdapat serambi atau teras terbuka
untuk menikmati suasana sekeliling.
Nistaning Utama Mandala adalah lantai dasar Gedung Monumen, yang
terdapat ruang informasi, ruang keperpustakaan, ruang pameran, ruang
pertemuan, ruang administrasi, gedung dan toilet. Ditengah-tengah
ruangan terdapat telaga yang diberi nama sebagai Puser Tasik, delapan
tiang agung dan juga tangga naik berbentuk tapak dara.
Monumen
Puputan Klungkung (Klungkung War Monument)
URL : http://
Kabupaten/Kota : Klungkung
Monumen ini merupakan tugu peringatan peristiwa bersejarah terjadinya
"Puputan" antara Raja Klungkung dani rakyatnya bertempur
habis-habisan melawan serdadu Belanda pada tanggal 28 April 1908.
Monumen ini terletak di jantung kota Semarapura, tepatnya di sebelah
utara bangunan Kertha Gosa dan Taman Gili. Monumen ini dibangun
berdasarkan arsitektur Bali dalam wujud lingga yoni, di dalamnya
terdapat patung-patung tokoh raja yang gugur dalam puputan didukung
dengan diorama yang mengisahkan peristiwa Puputan Klungkung yang
bersejarah itu. Bangunan monumen ini sangat menarik untuk dikunjungi.
Narmada Baliraja
Kabupaten/Kota : Bangli
Didesa Tamanbali anda dapat menjumpai taman yang merupakan peninggalan
(jaman) kerajaan yang pernah memerintah disana. Kolam di daerah
itu dipakai sebagai tempat rekreasi oleh raja Tamanbali dan pura
nenek moyang menghormati Maha Gatra Tuta Harum Tamanbali. Taman
Narmada Baliraja terletak kurang lebih 5 km sebelah selatan Bangli.
Nusa Dua
Kabupaten/Kota : Badung
Nusa Dua merupakan salah satu kawasan pariwisata di Bali yang terletak
di Kabupaten Badung. Kawasan yang merupakan kawasan percontohan
yang menjadi kebanggaan Bali dan Indonesia ini mulai dibangun sejak
tahun 1974. Pemerintah menyerahkan pengelolaan kawasan ini kepada
BTDC. Jarak kawasan Nusa Dua dari kota Denpasar adalah sejauh 30
km (melalui jalan kawasan Kuta ke selatan), dan jarak dari lapangan
udara adalah 12 km. Kawasan ini memiliki fasilitas kepariwisataan
paling lengkap di Bali, bahkan di Indonesia, seperti akomodasi,
fasilitas olahraga, dan pusat pertokoan. Sampai sekarang di kawasan
ini telah dibangun sembilan hotel berbintang. Kawasan ini juga memiliki
pantai yang indah dan baik untuk digunakan berekreasi dan berolahraga.
Objek Wisata Wenara Wana(Wenara Wana Object)
Kabupaten/Kota : Gianyar
Diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, Kecamatan Ubud, Kabupaten
Daerah Tingkat II Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat
sebuah hutan kecil yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup
jinak dan dapat diajak bermain main disaat para wisatawan
menikmati liburan di kawasan Wisata Ubud, Gianyar Bali.
Selain tempat hidupnya kera Bali, hutan tersebut juga merupakan
Kuburan Desa, yang sudah barang tentu di sebelahnya berdiri sebuah
pura. Jadi sangatlah lengkap bila para wisatawan mendatangi tempat
ini, maksudnya selain bermain dengan kera, wisatawan juga dapat
melihat kuburan Bali dan pura dengan arsitektur Balinya. Dan bila
tepat waktu sesekali dapat menyaksikan lengkap dengan upacara di
pura (odalan) maupun upacara pembakaran mayat (ngaben).
Padang Bai
Kabupaten/Kota : Karangasem
Padang Bai terletak di Desa padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten
Karangasem, jaraknya 53 km dari kota Denpasar atau lebih kurang
30 km dari Amlapura. Lokasi Padang Bai terletak di pantai jalan
jurusan Klungkung-Karangasem belok ke arah kanan. Di Padang Bai
kini telah ada beberapa buah penginapan maupun rumah makan bagi
para wisatawan yang menikmati liburannya disana, maupun para wisatawan
yang akan pergi ke Lombok atau yang baru datang dari Lombok. Untuk
keperluan penyeberangan ke Lombok tersedia kapal ferry yang siap
melayani wisatawan atau orang-orang yang pergi ke Lombok, 4 kali
penyeberangan dalam sehari. Para wisatawan yang akan menikmati wisata
air disana tersedia pula jukung-jukung penduduk setempat maupun
boat, areal parkir mobil tersedia cukup luas. Toko-toko penjual
barang souvenir juga banyak terdapat disini.Yang menarik dari obyek
ini adalah tempatnya terlindung di suatu teluk dengan batu karangnya
yang hitam kokoh sehingga kehidupan bawah airnya aman. Di bagian
timur dari pantai Padang Bai pasirnya berwarna putih bersih dan
tebal sehingga banyak wisatawan memanfaatkannya untuk berenang di
laut atau berjemur di pantai. Di laut sebelah timur bukit Padang
Bai sangat baik untuk kegiatan Diving maupun snorkling bagi wisatawan
sebab disini terdapat banyak ikan hias tropis dengan karang-karangnya
yang indah. Padang Bai merupakan tempat mendaratnya para wisatawan
yang berkunjung ke Bali melalui lautan yang diangkut oleh kapal-kapal
pesiar besar yang hanya berlabuh di Labuhan Amuk.
Pantai Kusamba (Kusamba Beach)
Kabupaten/Kota : Klungkung
Pantai Kusamba merupakan obyek wisata yang sangat menarik untuk
dikunjungi, terletak sekitar 7 km ke arah timur dari kota Semarapura.
Disamping itu, pantai ini merupakan pantai nelayan dan juga tempat
pembuatan garam secara tradisional. Kita dapat menyaksikan setiap
hari para nelayan yang sedang melaut mencari ikan maupun petani
garam yang sedang membuat garam di pinggir pantai.
Sampan
nelayan berderet di pinggir pantai di bawah pohon nyiur, begitu
pula pondok-pondok pembuatan garam berjejer di sepanjang pantai,
menimbulkan pemandangan yang benar-benar menarik bagi mereka yang
berkunjung ke pantai tersebut. Bagi wisatawan yang sedang berkunjung
ke Bali, obyek wisata ini sangat ideal untuk dipilih sebagai salah
satu tujuan wisata
Pantai Kuta (Kuta Beach)
Kabupaten/Kota : Badung
Kuta adalah wilayah yang semarak di Bali dan merupakan surga bagi
wisatawan mancanegara. Kuta memenuhi segala kebutuhan wisatawan,
seperti pasir putih, pantai dengan ombaknya yang sangat sempurna
untuk berselancar, banyak restoran, kafetaria, dan disko yang membuat
kehidupan malam sangat berkesan. Di sepanjang jalan banyak kios
yang menjual beraneka ragam kebutuhan wisatawan, seperti pakaian,
pita kaset, dan tiket yang dijual sangat murah. Kuta terletak 11
kilometer sebelah selatan Denpasar dan dapat dicapai dengan mudah
menggunakan transportasi umum.
Pantai Labuhan Sait (Labuhan Sait Beach)
Kabupaten/Kota : Badung
Pantai Labuhan Sait merupakan salah satu objek wisata pantai di
Kabupaten Dati. II Badung yang memiliki panorama alam yang indah
dan menakjubkan untuk tempat rekreasi. Suasana pantai ini mampu
memberikan kenyamanan dan kedamaian serta jauh dari kebisingan.
Kondisi seperti ini dapat membuat para wisatawan merasa betah dan
berkeinginan untuk mengunjunginya. Posisi pantai ini terletak di
bawah perbukitan karang dan kondisinya merupakan perpaduan antara
suasana pantai dengan perbukitan yang tebing-tebingnya penuh dengan
ornamen-ornamen alam yang tidak pernah dapat dibayangkan oleh manusia,
tercipta secara alami seolah-olah bayangan kehidupan nyata yang
menatap luasnya lautan lepas sebagai ciptaan Tuhan. Pantai dengan
pasir putihnya itu mampu mewujudkan warna keindahan yang mempesona
bagi pengunjungnya.
Pantai Lovina(Lovina Beach)
Kabupaten/Kota : Buleleng
Kawasan Wisata Lovina ini merupakan kawasan wisata pantai dengan
daya tarik utamanya pantai dengan air laut yang tenang, pasir berwarna
kehitam-hitaman, dan karang laut dengan ikan-ikan tropisnya. Karena
sifat lautnya yang tenang, Lovina ini sangat cocok untuk rekreasi
air seperti menyelam, snorkling, berenang, memancing, berlayar,
mendayung dan sekedar berendam di air laut. Disamping daya tarik
tersebut di atas, dapat dicatat disini adanya ikan lumba-lumba dalam
habitat aslinya. Ikan lumba-lumba yang jumlahnya ratusan ini dapat
dilihat di pagi hari, kurang lebih satu kilometer lepas pantai.
Ikan lumba-lumba yang menyelam, melompat di atas permukaan air dengan
pemandangan untaian gunung di sebelah selatann |